Sebuah Cerita Tentang Inovasi

Sebelum saya bercerita tentang inovasi untuk kemandirian Indonesia, ada baiknya saya bercerita tentang dua negara, yaitu Ghana & Korea Selatan. Ghana di tahun 1950 memiliki pendapatan perkapita yang lebih tinggi dari Korea Selatan, yang pada saat itu baru selesai perang korea. Detailnya sebagai berikut :

Apa yang terjadi dengan Ghana dan korea selatan di 60 ? mengapa korea selatan, bisa tumbuh sedemikian besar sehingga jauh meninggalkan Ghana?
Saya sekarang berikan data perbandingan Korea selatan Vs Negara – Negara industri maju

(http://www.fxnonstop.com/index.php/component/content/article/142492-myart106922 )

Kalau kita bisa lihat pada grafik, Korea selatan mengalami pertumbuhan yang signifikan terhitung tahun awal 2000. Jika kita ingin mengetahui mengapa & bagaimana Korea selatan bisa meninggalkan pendapatan perkapita Ghana, kita harus menganalisa secara global lalu mengerucut tentang apa yang terjadi di tahun 2000 hingga saat ini, dan apa yang terjadi di Korea Selatan di tahun 1960an. Pemerintah Korea selatan pada tahun 1960an , mengambil kebijakan “outward-looking strategy “, hal ini di lakukan karena pemerintah Korea menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekayaan sumber daya alam ( SDA ), plus penduduk mereka relatif kecil, sehingga satu – satunya cara untuk membangun perekonomian dan perindustrian dalam negerinya, mereka harus menjual produk mereka keluar negeri. Dan Korea selatan membagi industry mereka menjadi 4 fokus keunggulan utama yaitu :
• Shipbuilding
• Otomotif
• Konstruksi
• Semikonduktor
Masing – masing pengembangan fokus keunggulan industri ini, memiliki konglomerat atau sering juga di sebut Chaebol. Dari tahun 1960an hingga awal 1980an, ke 4 industri tersebut membangun keunggulan dan cenkeraman pasar di pasar domestic. Mereka membangun produk yang berkualitas serta membangun kecintaan pada produk dalam negeri. Semua factor pendukung industry modern saat ini, seperti semikonduktor, chip, panel LCD, LED dan komponen – komponen lainya, sudah di bangun basis nya sejak tahun awal tahun 1980an, yaitu saat Samsung membangun pabrik DRAM (dynamic random access memory), sebuah komponen penting dalam perangkat elektronika digital. Okay, sebelum kita lanjutkan tentang perkembangan yang luar biasa industry korea selatan, sejak tahun 2000 , mari kita lompat sejenak ke perkembangan Apple Computer, sebuah perusahan yang sangat di kagumi karena produk – produk nya yang sangat inovatif dan berdesain indah.
Apple Computer didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak di Sillicon Valley, California, US. Mari kita lihat grafik perkembangan saham Apple ( AAPL ) di 10 tahun terakhir :

(http://finance.yahoo.com )

Apa yang kita bisa lihat dari grafik, terkait dengan rangkaian awal peluncuran produk – produk Apple yang inovatif, di mulai dari IPod ( 2001 ), iMac G4 ( Awal 2002 ), Macbook ( 2006 ), IPhone ( 2007 ) dan IPad ( 2010 ) ?, sebagai petunjuk, IPhone adalah produk Apple yang paling fenomenal secara penjualan dan menjadi revenue utama Apple Computer di 5 tahun terakhir. Meroketnya penjualan IPhone, tidak hanya berdampak terhadap Apple sendiri, akan tetapi juga berdampak pada meningkatnya pendapatan perusahaan – perusahaan korea selatan yang banyak menyuplai komponen – komponen perangkat digital, sehingga hal ini menjawab, pertanyaan saya di awal “Mengapa dan bagaimana Korea Selatan bisa meninggalkan pendapatan perkapita Ghana” dengan telak !. Membangun keunggulan secara global, tidak bisa di bangun hanya dalam waktu 1 atau 3 tahun, paling tidak 1 generasi atau 20 tahun. Dan sebagai tambahan, bukan hanya industry elektronika saja yang mengalami peningkatan pesat sejak tahun 2000, akan tetapi juga otomotif, konstruksi dan galangan kapal.
Sekarang kita kembali ke kata kata pembuka saya, tentang “Inovasi untuk kemandirian Indonesia”. Jika kita berbicara inovasi dan keunggulan, kita bisa berujuk pada data yang di keluarkan oleh http://www.globalinnovationindex.org/gii/.

Dari table, kita bisa melihat bahwa peringkat inovasi bangsa Indonesia peringkat 100 dari 141 negara, tetangga kita, Malaysia peringkat 32 dan Singapura di peringkat 3. Jauh sekali bukan?. Jika kita ingin membangun keunggulan di bidang teknologi tinggi, kita sudah tertinggal 1 generasi lebih, pun demikian di industri otomotif. Jika memang kita ingin menciptakan inovasi untuk kemandirian bangsa, pihak yang harus memulai sebagai penggerak, menurut saya haruslah dari proses birokrasi dan para birokrat pemerintah, karena selama ini pihak swasta sudah berjalan sendiri nyaris tanpa dukungan pemerintah.
Sebelum tahun 2012, saya jujur pesimis membaca target Komite Ekonomi Nasional ( KEN ) bahwa Indonesia akan menjadi Negara industri maju di tahun 2030, namun sejak tahun 2012 ,terutama melihat kepemimpinan Jokowi – Ahok, saya menjadi Optimis. Indonesia saat ini jauh lebih membutuhkan inovasi birokrasi agar lebih bersih dari praktek KKN, dan jika “Jokowi effect” ini menyebar ke seluruh Indonesia, yang akan terjadi adalah efek sistemik yang akan berujung pada peningkatan indeks inovasi lain nya. Karena jika industry kita bisa lebih efisien secara biaya dan korupsi di berantas, pemerintah akan punya dana untuk infastrutur fisik. Dan pembangunan infrastruktur fisik, seringkali membawa peningkatan produktivitas.
Sebagai penutup, saya ingin mengutip dua tokoh, yang sangat menginpirasi hidup saya selama ini, yaiutu yaitu Ir Sukarno & Muhammad Hatta. dan perkataan mereka masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” – Ir Sukarno
“Sejak dari usia kecil, Pemuda Indonesia membawa sepotong pengalaman kolonial yang dipikulnya sepanjang hidupnya. Hanya mereka yang memikirkan masa depannya sendiri, kebahagiaannya sendiri, dan bersedia semua cita-cita sajalah yang mau melupakan semua itu, dan demikian memupuk moral-budak dalam diri mereka” – Muhamamd Hatta ( Den Hag 19 Maret 1928 )

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“

Advertisements

About imran273

Hanya pria biasa :)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s