Nadi kehidupan jakarta

image

Commuter, Karyawan dan perkembangan ekonomi

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Nadi kehidupan jakarta

image

Commuter, Karyawan dan perkembangan ekonomi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Entrepreneurship, Inovasi dan Perubahan Sosial

Image

Semangat Entrepreneurship

Tulisan ini terinpirasi dari kuliah online yang di selengarakan oleh http://www.centre.upeace.org/ sebuah lembaga di bawah perserikatan Bangsa – bangsa, untuk menyebarkan semangat entrepreneurship social. Namun saya akan memberikan konteks yang berbeda dengan materi kuliah online dari http://www.centre.upeace.org/, karena di sana lebih diajarkan bagaimana menjadi seorang entrepreneur social secara detail.

Apa yang ingin saya tulis di sini adalah kaitannya entrepreneurship, inovasi – inovasi yang di lakukan dan peran nya dalam mendorong perubahan social masyarakat. Dalam waktu 5 tahun terakhir, semangat entrepreneurship seperti bergelora di bumi Indonesia. Salah satu pendorong semangat entrepreneurship itu adalah program CSR dari Bank Mandiri, yaitu http://csr.bankmandiri.co.id/. Tidak bisa kita pungkiri, sejak kehadiran program http://csr.bankmandiri.co.id/, anak – anak muda yang dulu nya hanya berorientasi menjadi karyawan kini setahap demi setahap  mulai beralih ingin menjadi entrepreneurs. Sudah ada ada banyak entrepreneurs – entrepreneur di Indonesia yang bisnisnya semakin berkembang, sejak mengikuti program Wirausaha Mandiri, dan uniknya, tidak hanya pemenang dari wirausaha mandiri saja yang perkembangan bisnis nya semakin melesat, akan tetapi para finalis regional. Semangat entrepreneurship yang di hembuskan oleh Bank Mandiri harus kita jaga, agar target persentase entrepreneur minimal bisa tercapai demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia.

Inovasi atau Mati

Namun sayangnya, sekedar semangat entrepreneurship namun tidak ada inovasi, kompetitifnes bisnis kita akan mudah di kalahkan. Dalam laporan yang di keluarkan oleh http://www.globalinnovationindex.org/gii/, pada tahun 2012 di dapat data sebagai berikut :

Image

Peringkat Inovasi Indonesia 2012

Dari table kita bisa melihat peringkat inovasi Indonesia berada di urutan 100 dari 141 negara. Lalu, bagaimanakah posisi 4 negara lain nya di asia tenggara?

  • Singapura : Peringkat 3 dari 141 negara
  • Malaysia   : Peringkat 32 dari 141 negara
  • Thailand   : Peringkat 57 dari 141 negara
  • Vietnam   : Peringkat 76 dari 141 negara

Bagamana menurut Anda jika index inovasi Indonesia saja kalah dengan Vietnam, Negara yang usia kemerdekaan nya belum ada 50 tahun ?. di website tersebut informasi nya terbagi menjadi beberapa bagian yaitu :

  • Global Innovation Index 2012
  • Innovation Input Sub-Index
  • Innovation Output Sub-Index
  • Institutions
  • Human capital and research
  • Infrastructure
  • Market sophistication
  • Business sophistication
  • Knowledge and technology outputs
  • Creative outputs

Dan Indonesia kalah oleh ke 4 negara di atas dalam setiap kategori. Mungkin kita bertanya, memang apa penting nya sih sebuah inovasi dalam berbisnis, toh yang penting kita selalu bersemangat dalam berbisnis, jika ada pertanyaan seperti itu, saya akan memberikan data sebagai berikut :

Image

Grafik 1. Percepatan pertumbuhan pendapatan perkapita Korea Selatan Vs Negara Maju

http://www.fxnonstop.com/index.php/component/content/article/142492-myart106922

Dan saya yakin, kita semua mengetahui produk – produk korea yang inovatif seperti Samsung, LG, Hyundai dan KIA. Ke empat perusahaan tersebut, tidak akan bisa menjadi perusahaan global yang mampu bersaing dengan perusahan – perusahaan dari Negara maju lain nya, jika tanpa adanya inovasi, entah itu inovasi produk, proses bisnis atau pun strategi marketing.

Indonesia membutuhkan banyak entrepreneur yang mampu melakukan inovasi – inovasi bisnis, entah itu berupa produk engineering, marketing hingga proses bisnis itu sendiri, hal ini karena persaingan bisnis sangat keras dan ketat. Tidak mampu melakukan Inovasi adalah awal dari lonceng kematian bisnis, ada banyak sekali contoh perusahaan – perusahaan besar yang jatuh bangkrut karena mampu bersaing secara inovasi. Dan Kodak adalah contoh yang terbaru. Kodak di tahun 1980an hingga 1990an sangat mendominasi pasar film fotografi, produknya di gunakan oleh ratusan juta konsumen di dunia, namun sejak tahun 2000 hingga tahun 2011 akhir, Kodak nyaris tidak melakukan inovasi sama sekali dan hanya mengandalkan produk negative film, padahal yang ada di pasar, konsumen sudah beralih ke kamera digital yang membutuhkan memory card. Hasilnya jelas, pasar Kodak tergerus dari tahun ke tahun dan akhirnya bangkrut di tahun 2012

Perubahan Sosial

Tumbuhnya semangat entrepreneurship jelas sangat mengembirakan, karena Indonesia butuh banyak entrepreneur untuk membangun bangsa. Namun Semangat entrepreneurship saja tanpa adanya inovasi, tentu saja membawa perubahan social, namun mungkin hanya di lingkaran social sang entrepreneur. Entrepreneur yang mampu melakukan inovasi, atau sering juga di sebut Technopreneur, tidak hanya memberi angin perubahan social bagi karyawan nya, akan tetapi juga perubahasan social bagi bangsa.

Saya akui, untuk menjadi Technopreneur, membutuhkan modal yang lebih besar, jika kita  membandingkan menjadi entrepreneur non teknologi, namun dukungan http://csr.bankmandiri.co.id/ dengan mengadakan Mandiri Young Entrepreneur (http://wirausahamandiri.co.id/myta2012.html ) adalah sebuah solusi kongkrit bagi generasi muda yang punya otak brilian, punya produk inovatif, namun mengalami kekurangan dana pengembangan.

Saya ambil contoh rekan saya sesama tenant di Lembaga Pengembangan Inovasi & kewirausahaan ITB ( LPIK ITB ), yaitu T-File (http://www.tfiles-indonesia.com/ ), sebagai salah satu pemenang Mandiri Young Technopreneur tahun 2011. T-File masuk di incubator bisnis LPIK ITB tahun 2008, masih sebagai mahasiswa ITB, 2 tahun pertama mereka jatuh bangun mengembangkan produk nya yang inovatif, yaitu generator listrik tenaga ombak laut. Perubahan social yang luar biasa di mulai di tahun 2011, di saat T File mengikuti dan menjuarai Mandiri Young Entrepreneur. Sejak saat itu, T File mendapatkan jaringan hingga ke BUMN besar.

Apa kaitan nya  inovasi produk T File dengan inovasi untuk Indonesia mandiri ?. Indonesia saat ini masih kekurangan listrik, padahal di sisi lain Indonesia butuh banyak pasokan listrik agar roda kehidupan dan produksi masih bisa berjalan. Inovasi yang di kembangankan oleh T File memberikan jawaban kongkrit, hal ini karena wilayah Indonesia di pisahkan laut dan menggunakan laut untuk membangkitkan listrik, adalah solusi inovatif yang mampu menjadikan Indonesia menjadi mandiri secara energy.

Semoga di tahun tahun selanjutnya, akan semakin banyak technopreneur yang semakin maju dan berkembang dengan bermitra dengan program Wirasusaha mandiri young technopreneur.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sebuah Cerita Tentang Inovasi

Sebelum saya bercerita tentang inovasi untuk kemandirian Indonesia, ada baiknya saya bercerita tentang dua negara, yaitu Ghana & Korea Selatan. Ghana di tahun 1950 memiliki pendapatan perkapita yang lebih tinggi dari Korea Selatan, yang pada saat itu baru selesai perang korea. Detailnya sebagai berikut :

Apa yang terjadi dengan Ghana dan korea selatan di 60 ? mengapa korea selatan, bisa tumbuh sedemikian besar sehingga jauh meninggalkan Ghana?
Saya sekarang berikan data perbandingan Korea selatan Vs Negara – Negara industri maju

(http://www.fxnonstop.com/index.php/component/content/article/142492-myart106922 )

Kalau kita bisa lihat pada grafik, Korea selatan mengalami pertumbuhan yang signifikan terhitung tahun awal 2000. Jika kita ingin mengetahui mengapa & bagaimana Korea selatan bisa meninggalkan pendapatan perkapita Ghana, kita harus menganalisa secara global lalu mengerucut tentang apa yang terjadi di tahun 2000 hingga saat ini, dan apa yang terjadi di Korea Selatan di tahun 1960an. Pemerintah Korea selatan pada tahun 1960an , mengambil kebijakan “outward-looking strategy “, hal ini di lakukan karena pemerintah Korea menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekayaan sumber daya alam ( SDA ), plus penduduk mereka relatif kecil, sehingga satu – satunya cara untuk membangun perekonomian dan perindustrian dalam negerinya, mereka harus menjual produk mereka keluar negeri. Dan Korea selatan membagi industry mereka menjadi 4 fokus keunggulan utama yaitu :
• Shipbuilding
• Otomotif
• Konstruksi
• Semikonduktor
Masing – masing pengembangan fokus keunggulan industri ini, memiliki konglomerat atau sering juga di sebut Chaebol. Dari tahun 1960an hingga awal 1980an, ke 4 industri tersebut membangun keunggulan dan cenkeraman pasar di pasar domestic. Mereka membangun produk yang berkualitas serta membangun kecintaan pada produk dalam negeri. Semua factor pendukung industry modern saat ini, seperti semikonduktor, chip, panel LCD, LED dan komponen – komponen lainya, sudah di bangun basis nya sejak tahun awal tahun 1980an, yaitu saat Samsung membangun pabrik DRAM (dynamic random access memory), sebuah komponen penting dalam perangkat elektronika digital. Okay, sebelum kita lanjutkan tentang perkembangan yang luar biasa industry korea selatan, sejak tahun 2000 , mari kita lompat sejenak ke perkembangan Apple Computer, sebuah perusahan yang sangat di kagumi karena produk – produk nya yang sangat inovatif dan berdesain indah.
Apple Computer didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak di Sillicon Valley, California, US. Mari kita lihat grafik perkembangan saham Apple ( AAPL ) di 10 tahun terakhir :

(http://finance.yahoo.com )

Apa yang kita bisa lihat dari grafik, terkait dengan rangkaian awal peluncuran produk – produk Apple yang inovatif, di mulai dari IPod ( 2001 ), iMac G4 ( Awal 2002 ), Macbook ( 2006 ), IPhone ( 2007 ) dan IPad ( 2010 ) ?, sebagai petunjuk, IPhone adalah produk Apple yang paling fenomenal secara penjualan dan menjadi revenue utama Apple Computer di 5 tahun terakhir. Meroketnya penjualan IPhone, tidak hanya berdampak terhadap Apple sendiri, akan tetapi juga berdampak pada meningkatnya pendapatan perusahaan – perusahaan korea selatan yang banyak menyuplai komponen – komponen perangkat digital, sehingga hal ini menjawab, pertanyaan saya di awal “Mengapa dan bagaimana Korea Selatan bisa meninggalkan pendapatan perkapita Ghana” dengan telak !. Membangun keunggulan secara global, tidak bisa di bangun hanya dalam waktu 1 atau 3 tahun, paling tidak 1 generasi atau 20 tahun. Dan sebagai tambahan, bukan hanya industry elektronika saja yang mengalami peningkatan pesat sejak tahun 2000, akan tetapi juga otomotif, konstruksi dan galangan kapal.
Sekarang kita kembali ke kata kata pembuka saya, tentang “Inovasi untuk kemandirian Indonesia”. Jika kita berbicara inovasi dan keunggulan, kita bisa berujuk pada data yang di keluarkan oleh http://www.globalinnovationindex.org/gii/.

Dari table, kita bisa melihat bahwa peringkat inovasi bangsa Indonesia peringkat 100 dari 141 negara, tetangga kita, Malaysia peringkat 32 dan Singapura di peringkat 3. Jauh sekali bukan?. Jika kita ingin membangun keunggulan di bidang teknologi tinggi, kita sudah tertinggal 1 generasi lebih, pun demikian di industri otomotif. Jika memang kita ingin menciptakan inovasi untuk kemandirian bangsa, pihak yang harus memulai sebagai penggerak, menurut saya haruslah dari proses birokrasi dan para birokrat pemerintah, karena selama ini pihak swasta sudah berjalan sendiri nyaris tanpa dukungan pemerintah.
Sebelum tahun 2012, saya jujur pesimis membaca target Komite Ekonomi Nasional ( KEN ) bahwa Indonesia akan menjadi Negara industri maju di tahun 2030, namun sejak tahun 2012 ,terutama melihat kepemimpinan Jokowi – Ahok, saya menjadi Optimis. Indonesia saat ini jauh lebih membutuhkan inovasi birokrasi agar lebih bersih dari praktek KKN, dan jika “Jokowi effect” ini menyebar ke seluruh Indonesia, yang akan terjadi adalah efek sistemik yang akan berujung pada peningkatan indeks inovasi lain nya. Karena jika industry kita bisa lebih efisien secara biaya dan korupsi di berantas, pemerintah akan punya dana untuk infastrutur fisik. Dan pembangunan infrastruktur fisik, seringkali membawa peningkatan produktivitas.
Sebagai penutup, saya ingin mengutip dua tokoh, yang sangat menginpirasi hidup saya selama ini, yaiutu yaitu Ir Sukarno & Muhammad Hatta. dan perkataan mereka masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” – Ir Sukarno
“Sejak dari usia kecil, Pemuda Indonesia membawa sepotong pengalaman kolonial yang dipikulnya sepanjang hidupnya. Hanya mereka yang memikirkan masa depannya sendiri, kebahagiaannya sendiri, dan bersedia semua cita-cita sajalah yang mau melupakan semua itu, dan demikian memupuk moral-budak dalam diri mereka” – Muhamamd Hatta ( Den Hag 19 Maret 1928 )

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Its 4th Generation Baby…

Posted in Mobile Technologies | Leave a comment

Tools ‹ Imran273’s Weblog — WordPress

Tools ‹ Imran273’s Weblog — WordPress.

Posted in Economics, Lifes&Lives, Marketing Strategies, Mobile Technologies, Phenomenon | Leave a comment

INDONESIA MENATAP MASA DEPAN

Dimanakah posisi bangsa Indonesia di mata dunia di masa depan?,apakah kita akan sampai seperti yang di gambarkan pada Visi Indonesia 2030? atau semakin terpuruk lalu menjadi negara gagal?

Sikap optimis memang wajib dimiliki oleh setiap dari warga Indonesia,namun jika optimisme tersebut tidak memiliki landasan yang kuat,saya takut,kita hanya akan menjadi negara pemimpi,namun dari hasil pengamatan saya tentang kekisruhan di beberapa pilkada,illegal logging,korupsi,penetrasi narkoba yang luas,kualitas pendidikan,infrastruktur,pola hidup yang sangat konsumtive sebagian masyarakat kita,hingga ketidakmampuan elit-elit politik kita dalam berpikir strategis untuk memecahkan masalah-masalah bangsa,saya merasa Visi Indonesia 2030 hanyalah mimpi,dan bangsa kita benar-benar dalam kondisi menuju keterpurukan yang lebih dalam.

Kita harus mengakui bahwa selama enam dekade lebih kemerdekaan kita,kita telah gagal untuk berubah dari bangsa yang terjajah,menjadi bangsa yang merdeka,dan tragisnya kegagalan-kegagalan kita di hampir setiap sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.Prilaku elit partai dan sebagian dari masyarakat kita saat ini masih sama dengan gambaran yang di tulis oleh Brian May pada buku The Indonesian Tragedy,sebuah buku yang di terbitkan lebih dari tiga dekade lalu atau satu generasi.

Dalam bukunya,Brian May menulis bahwa orang Indonesia pada dasarnya ingin hidup conspicious comsumtive(konsumtif yang menyolok),A Sensous People( mudah melepaskan hawa nafsu).dan tidak memiliki disiplin diri,buku ini dilarang penjualannya di Indonesia,karena memang sangat menyinggung perasaan kita sebagai orang Indonesia,namun jika kita mau jujur pada diri kita sendiri,apa yang di tulis oleh Brian May sebenarnya adalah sebuah kenyataan tentang karakter kita pada umumnya

Sebuah Awal Dari Akhir

Bukanlah investor asing yang mampu mengangkat bangsa ini dari keterpurukan,bukan pula dana pinjaman hingga milyaran dollar,akan tetapi diri kita dengan mental yang baru yang dapat mengangkat bangsa kita.karena permasalan utama dari bangsa kita adalah mental yang lemah,ingin cepat kaya namun tidak ingin kerja keras,ingin menjadi negara industri yang maju namun pendidikan di gadaikan,dan rasa rendah diri di depan bangsa asing.

Dan jalan utama dalam mengubah mental bangsa adalah lewat jalur pendidikan,bukan sekedar pendidikan dasar hingga SMP,akan tetapi pendidikan tinggi,hal ini karena saat ini persaingan industri adalah juga persaingan human capital,paradigma upah buruh yang rendah sebagai faktor daya saing kita,sudahlah usang,saingan kita saat ini bukanlah lagi Malaysia,Thailand,Philipina,atau bahkan Vietnam,akan tetapi Bangladesh,Sri Langka dan sebagian negara-negara di Afrika dan Amerika Latin.

Jika kita saat ini kembali gagal dalam membangun kualitas manusia Indonesia,bukanlah hal yang tidak mungkin pada tahun 2030 saingan kita adalah Sudan,Somalia,Zimbagwe,dan Chad.Kita harus bisa berpikir “Untuk Kemajuan Indonesia Bersama”,bukan “Untuk kemajuan Kelompok Saya”,karena yang merebut kemerdekaan bangsa Indonesia bukalah kelompok tertentu,atau suku tertentu,sehingga kita tidaklah berhak merasa yang paling berhak,dan yang paling benar

Mentalitas kita yang malas,Over konsumtif,jalan pintas,dan tidak berpikir jangka panjang harus lah kita jadikan musuh pribadi setiap diri kita masing-masing,dan menjadikan kemiskinan,kebodohan, egoisme serta fanatisme yang sempit terhadap tokoh atau kelompok menjadi musuh bersama.Kita adalah pewaris kemedekaan yang telah direbut oleh orang tua-orang tua kita,dan akan sangat bodoh sekali jika mentalitas kita kembali pada egoisme kelompok atau tokoh seperti yang terjadi di sebelum tahun 1908,karena kebangkitan nasional Indonesia tidaklah di dapat dari egoisme sempit,akan tetapi karena adanya rasa senasib sepenanggungan akibat di jajah

Musuh Bersama, Bukan “Sama-Sama Musuh”

Setelah kita menyadari inti permasalahan bangsa kita, dan merumuskan musuh bersama,yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah konsolidasi nasional dari seluruh element-element bangsa,konsolidasi di sini bukan untuk memutuskan “Siapa yang akan memimpin” akan tetapi mencari sisi terbaik dari kita dan sisi terburuk dari kita,lalu bersama-sama berjuang untuk membuang sisi terburuk dari kita secara terorganisir dan terencana

Dan tentu saja,konsolidasi seperti ini hanya akan bisa terjadi dan terwujud,jika elit-elit politik kita mau meletakan nafsu kekuasaan dan ego dirinya, di bawah kepentingan nasional,Para elit partai kita harus kembali belajar dari para pendahulu-pendahulunya seperti Ir Sukarno,DR Muhammad Hatt,dan yang lainya,karena jika mereka pada saat itu tidak mampu meletakan ego diri dan nafsu kekuasaanya dan memilih untuk menjadi pegawai di pemerintahan penjajah,bisa jadi pada tahun 1945 bukanlah tahun di saat kita merdeka.

Sekarang kita bisa melihat hasil pengorbanan pahlawan-pahlawan kita,dan menganggap mereka adalah pemimpin-pemimpin bangsa,dari sini kita bisa melihat bahwa seorang pemmpin bukanlah dia yang paling cerdas,atau yang paling bisa memberi komentar-komentar,seorang pemimpin adalah ia yang mampu berpikir besar dan jauh kedepan,sehingga ia rela untuk mengorbankan ego nya demi kepentingan bangsa

Posted in Uncategorized | Leave a comment